Pertamina Patra Niaga memastikan stok BBM subsidi jenis Pertalite tetap tersedia untuk masyarakat. Pernyataan ini muncul setelah muncul kekhawatiran publik soal ketersediaan Pertalite di sejumlah SPBU.
Menurut Pertamina, distribusi Pertalite tetap berjalan normal sesuai penugasan pemerintah. Pertamina juga menyebut pemantauan stok dan penyaluran BBM dilakukan secara real-time agar kebutuhan masyarakat bisa tetap terpenuhi.
Kepastian ini penting karena Pertalite masih menjadi salah satu BBM yang banyak digunakan masyarakat untuk kebutuhan harian. Banyak pengendara motor dan mobil pribadi mengandalkan Pertalite karena harganya lebih terjangkau dibanding BBM nonsubsidi seperti Pertamax.
Namun, persoalan di lapangan tidak hanya soal stok nasional. Yang sering dirasakan masyarakat adalah ketersediaan di SPBU tertentu. Jika ada antrean panjang atau stok kosong sementara, pengendara bisa merasa seolah Pertalite langka.
Kondisi seperti ini bisa membuat sebagian pengguna terpaksa membeli BBM nonsubsidi. Salah satunya Pertamax, yang harganya jauh lebih mahal dibanding Pertalite.
Per 10 Juni 2026, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter. Artinya, jika pengguna harian terpaksa pindah ke Pertamax, pengeluaran BBM mereka bisa meningkat cukup besar.
Bagi masyarakat, BBM bukan sekadar bahan bakar kendaraan. BBM berkaitan langsung dengan ongkos kerja, biaya transportasi harian, distribusi barang, hingga harga kebutuhan pokok.
Karena itu, isu Pertalite selalu sensitif. Meskipun stok disebut aman, masyarakat tetap membutuhkan kepastian bahwa BBM tersebut mudah ditemukan di SPBU terdekat.
Di sisi lain, pemerintah dan Pertamina juga perlu memastikan distribusi berjalan merata. Jika stok ada secara nasional tetapi tidak lancar di titik tertentu, keluhan masyarakat tetap bisa muncul.
Kesimpulannya, kepastian stok Pertalite dari Pertamina memang menjadi kabar yang menenangkan. Namun, pengawasan distribusi tetap penting agar masyarakat tidak terdorong membeli BBM yang lebih mahal.
Pertalite disebut tersedia. Tapi akses masyarakat untuk mendapatkannya di lapangan tetap perlu dijaga.

Komentar