BUSINESS
Beranda / BUSINESS / Produksi Nike Berhenti, 4.000 Buruh Terancam PHK

Produksi Nike Berhenti, 4.000 Buruh Terancam PHK

pabrik sepatu
pabrik sepatu

Sekitar 4.000 buruh PT Feng Tay di Bandung terancam PHK setelah aktivitas produksi di pabrik tersebut berhenti sementara. Perusahaan yang selama ini menjadi salah satu pemasok sepatu Nike itu disebut masih menunggu kepastian pesanan baru.

Kondisi ini langsung menjadi sorotan karena PT Feng Tay memiliki sekitar 14.000 karyawan. Dari jumlah tersebut, ribuan pekerja disebut sudah dirumahkan akibat kegiatan produksi yang terhenti.

Ancaman PHK ini menunjukkan betapa besarnya ketergantungan pabrik pemasok terhadap pesanan dari merek global. Ketika order berkurang atau tidak diperpanjang, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perusahaan, tetapi juga oleh ribuan buruh yang bekerja di lini produksi.

Buruh Nike Terancam PHK karena Pesanan Belum Pasti

Masalah utama yang dihadapi PT Feng Tay adalah belum adanya kepastian pesanan baru. Setelah produksi sebelumnya selesai, perusahaan masih menunggu kelanjutan order dari Nike.

Jaksa Sita 104 Ton Timah dalam Kasus Korupsi IUP PT Timah

Selama tidak ada pesanan, mesin produksi tidak dapat berjalan seperti biasa. Akibatnya, kebutuhan tenaga kerja ikut berkurang dan sebagian pekerja harus dirumahkan.

Jika kondisi ini berlangsung terlalu lama, sekitar 4.000 buruh Nike terancam PHK. Bagi pekerja, situasi tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran besar karena penghasilan mereka bergantung pada aktivitas pabrik.

PHK tidak hanya berdampak pada satu orang. Banyak pekerja menjadi tulang punggung keluarga dan harus membiayai kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, cicilan, hingga biaya kesehatan.

Dampaknya Bisa Menjalar ke Ekonomi Sekitar

Berhentinya produksi juga dapat memengaruhi ekonomi di sekitar kawasan pabrik. Warung makan, transportasi lokal, tempat kos, toko kecil, dan berbagai usaha lain biasanya ikut bergantung pada aktivitas para pekerja.

Saat buruh dirumahkan atau kehilangan pekerjaan, daya beli akan turun. Pengeluaran rumah tangga menjadi lebih terbatas dan perputaran uang di wilayah sekitar pabrik ikut melambat.

Social Commerce Jadi Mesin Baru Penjualan, Brand Harus Jadi Media Sendiri

Karena itu, ancaman PHK di PT Feng Tay bukan hanya persoalan internal perusahaan. Masalah ini bisa berkembang menjadi tekanan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.

Serikat Buruh Dorong Langkah Penyelamatan

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI, Said Iqbal, menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah PHK besar-besaran.

Langkah tersebut mencakup koordinasi dengan pemerintah dan perusahaan, usulan relaksasi pajak, hingga dorongan kepada Nike agar menambah atau memperpanjang pesanan.

Said Iqbal juga berencana melaporkan kondisi tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, jaringan serikat buruh global akan dilibatkan untuk mendorong agar pengurangan pesanan tidak terus berlanjut.

Upaya ini penting karena perusahaan membutuhkan kepastian order agar produksi dapat kembali berjalan. Di sisi lain, pemerintah juga perlu mencari cara agar pabrik tetap bertahan tanpa langsung mengorbankan tenaga kerja.

Produsen Minyak Timur Tengah Beri Diskon Besar, Kenapa Harga BBM Masih Tinggi?

Ketergantungan pada Brand Besar Jadi Risiko

Kasus PT Feng Tay menunjukkan bahwa menjadi pemasok merek global memang membuka peluang besar, tetapi juga memiliki risiko tinggi. Ketika keputusan bisnis dibuat oleh pemilik merek di luar negeri, pabrik lokal dan pekerjanya harus ikut menanggung dampaknya.

Karena itu, industri manufaktur perlu memperkuat pasar, memperluas pelanggan, dan tidak terlalu bergantung pada satu pembeli besar.

Kesimpulannya, ancaman PHK terhadap 4.000 buruh PT Feng Tay perlu segera mendapat perhatian. Pemerintah, perusahaan, serikat buruh, dan Nike harus mencari solusi sebelum penghentian sementara produksi berubah menjadi kehilangan pekerjaan secara permanen.

Di balik sepatu bermerek yang dijual di seluruh dunia, ada ribuan buruh yang menggantungkan hidup pada kepastian satu pesanan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan