Ginjal sering baru diperhatikan ketika tubuh mulai menunjukkan gejala yang mengganggu. Padahal, organ ini bekerja setiap hari untuk menyaring darah, membuang zat sisa melalui urine, menjaga keseimbangan cairan, serta membantu mengatur tekanan darah.
Masalahnya, banyak kebiasaan anak muda yang terlihat biasa saja, tetapi dalam jangka panjang dapat memberi beban tambahan pada ginjal. Kerusakannya pun sering tidak terasa di awal, sehingga banyak orang baru sadar ketika kondisinya sudah lebih serius.
Salah satu kebiasaan yang paling sering terjadi adalah kurang minum air putih. Anak muda yang sibuk kuliah, bekerja, atau terlalu sering minum kopi dan minuman manis kadang lupa memenuhi kebutuhan cairan. Padahal, NIDDK menyebut minum cukup cairan, terutama air putih, merupakan langkah penting untuk membantu mencegah batu ginjal.
Kebiasaan lain yang perlu diwaspadai adalah terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi garam. Mi instan, makanan cepat saji, camilan kemasan, saus, dan makanan olahan sering mengandung natrium tinggi. National Kidney Foundation menjelaskan bahwa pola makan tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah dan membebani ginjal.
Selain garam, konsumsi gula berlebihan juga tidak bisa dianggap sepele. Minuman manis, kopi susu kekinian, boba, soda, dan makanan tinggi gula dapat memicu kenaikan berat badan apabila dikonsumsi terus-menerus. CDC menyebut kelebihan berat badan dan obesitas dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, dua penyebab besar penyakit ginjal kronis.
Banyak anak muda juga terbiasa menahan pipis karena sedang bekerja, belajar, perjalanan jauh, atau malas ke toilet. Jika kebiasaan ini disertai kurang minum dan kebersihan yang buruk, risiko infeksi saluran kemih bisa meningkat. Infeksi yang tidak ditangani dapat naik ke ginjal dan menyebabkan infeksi ginjal, dengan gejala seperti demam, menggigil, urine keruh atau berbau, nyeri saat buang air kecil, serta nyeri punggung atau pinggang.
Kebiasaan minum obat pereda nyeri sembarangan juga perlu diperhatikan. Sebagian orang mudah mengonsumsi obat sakit kepala, nyeri haid, atau pegal tanpa membaca aturan pakai. National Kidney Foundation memasukkan penggunaan obat pereda nyeri secara berlebihan sebagai salah satu kebiasaan yang dapat membahayakan ginjal.
Begadang dan kurang tidur juga dapat memperburuk pola hidup secara tidak langsung. Ketika kurang tidur, seseorang lebih mudah memilih makanan tidak sehat, minum kafein berlebihan, jarang olahraga, dan mengalami stres. Kombinasi ini dapat memengaruhi tekanan darah, berat badan, dan kesehatan metabolik yang akhirnya ikut berhubungan dengan risiko gangguan ginjal.
Merawat ginjal sebenarnya tidak harus rumit. Mulailah dari kebiasaan sederhana: cukup minum air putih, kurangi garam, batasi minuman manis, jangan sering menahan pipis, hindari obat sembarangan, dan jaga berat badan tetap sehat.
Jika muncul keluhan seperti nyeri pinggang berat, urine berdarah, urine berbusa terus-menerus, bengkak di wajah atau kaki, demam disertai nyeri saat pipis, sebaiknya segera periksa ke tenaga medis.
Ginjal bisa bekerja diam-diam. Namun, kerusakannya juga bisa datang diam-diam. Karena itu, jangan tunggu sakit dulu baru mulai peduli.


Komentar