SELF IMPROVEMENT
Beranda / SELF IMPROVEMENT / Cara Membuat Decision Making yang Benar

Cara Membuat Decision Making yang Benar

Ilustrasi Decision Making
Ilustrasi Decision Making

Setiap hari kita dihadapkan pada berbagai pilihan, mulai dari menentukan prioritas pekerjaan, mengatur keuangan, memilih peluang karier, hingga mengambil keputusan besar yang dapat memengaruhi masa depan.

Namun, membuat keputusan atau decision making bukan hanya soal memilih pilihan yang terlihat paling menarik. Keputusan yang benar membutuhkan proses berpikir yang jelas, informasi yang cukup, dan pemahaman terhadap risiko yang mungkin muncul.

Keputusan yang baik juga tidak selalu menghasilkan hasil sempurna. Sebab, ada banyak hal di luar kendali kita. Yang bisa diperbaiki adalah cara kita menilai masalah sebelum menentukan pilihan.

Lalu, bagaimana cara membuat decision making yang benar?

Apa Itu Quarter Life Crisis?

Pahami Masalah yang Sebenarnya

Kesalahan sering terjadi karena seseorang terlalu cepat mencari solusi tanpa memahami persoalan utama.

Misalnya, seseorang ingin keluar dari pekerjaan karena merasa tidak nyaman. Namun, masalah sebenarnya belum tentu pekerjaannya. Bisa jadi penyebabnya adalah beban kerja yang berlebihan, hubungan dengan atasan, lingkungan yang tidak sehat, atau minimnya kesempatan berkembang.

Sebelum mengambil keputusan, tanyakan kepada diri sendiri:

“Apa masalah utama yang ingin saya selesaikan?”

Pertanyaan ini membantu memisahkan akar masalah dari gejala yang terlihat di permukaan.

People Pleasing: Terlalu Baik Sampai Lupa Diri

Tentukan Tujuan yang Ingin Dicapai

Setelah memahami masalah, tentukan hasil seperti apa yang sebenarnya diinginkan.

Dalam memilih pekerjaan, misalnya, seseorang mungkin mengejar penghasilan lebih tinggi. Namun, orang lain bisa lebih mengutamakan kestabilan, kesempatan belajar, atau keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Tanpa tujuan yang jelas, kita mudah tergoda oleh pilihan yang tampak menarik dalam jangka pendek tetapi tidak sesuai dengan kebutuhan jangka panjang.

Tanda Kamu Sedang Bertumbuh Meski Hidup Terasa Diam di Tempat

Kumpulkan Informasi yang Relevan

Decision making yang benar harus didasarkan pada informasi, bukan hanya asumsi.

Cari data yang berkaitan dengan pilihan tersebut. Bandingkan manfaat, biaya, risiko, dan konsekuensi dari setiap alternatif. Namun, hindari mengumpulkan terlalu banyak informasi sampai akhirnya tidak berani mengambil keputusan.

Informasi yang dibutuhkan adalah informasi yang membantu menjawab masalah, bukan semua informasi yang tersedia.

Pisahkan Fakta, Asumsi, dan Ketakutan

Saat menghadapi keputusan besar, pikiran sering mencampurkan fakta dengan kekhawatiran.

Contohnya, “Penghasilan saya akan turun” dapat disebut fakta apabila nominalnya sudah diketahui. Sementara kalimat “Saya pasti gagal dan tidak akan mendapat kesempatan lagi” masih berupa ketakutan yang belum tentu terjadi.

Tuliskan fakta yang sudah diketahui, asumsi yang belum terbukti, serta risiko yang benar-benar mungkin terjadi. Cara ini membantu melihat masalah dengan lebih jernih.

Bandingkan Pilihan Berdasarkan Kriteria

Tentukan beberapa kriteria utama sebelum memilih.

Jika sedang mempertimbangkan tawaran pekerjaan, kriterianya dapat meliputi gaji, lokasi, peluang berkembang, budaya kerja, keamanan pekerjaan, dan waktu bersama keluarga.

Setelah itu, nilai setiap pilihan berdasarkan kriteria tersebut. Metode ini membantu mencegah keputusan hanya dipengaruhi oleh emosi sesaat.

Jangan Mengambil Keputusan Saat Emosi Memuncak

Keputusan besar sebaiknya tidak dibuat ketika sedang sangat marah, takut, kecewa, atau terlalu bersemangat.

Emosi dapat memberikan informasi tentang apa yang kita rasakan, tetapi kondisi emosional yang terlalu kuat bisa membuat risiko terlihat lebih besar atau justru mengecilkan bahaya yang sebenarnya.

Berikan jeda sebelum memutuskan sesuatu yang sulit dibatalkan. Tidur cukup, berjalan sebentar, atau berdiskusi dengan orang yang netral dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang.

Pertimbangkan Skenario Terburuk

Sebelum mengambil keputusan, bayangkan pilihan tersebut gagal beberapa bulan kemudian.

Tanyakan:

“Apa penyebab paling mungkin keputusan ini gagal?”

Latihan ini membantu menemukan risiko yang sebelumnya terlewat. Setelah risiko terlihat, kita dapat menyiapkan langkah pencegahan atau rencana cadangan.

Pada akhirnya, cara membuat decision making yang benar bukanlah mencari keputusan yang dijamin tidak akan gagal. Tujuannya adalah memahami masalah, menentukan tujuan, memeriksa informasi, mengenali risiko, dan berani bertanggung jawab terhadap pilihan.

Kita mungkin tidak selalu bisa mengendalikan hasil. Namun, kita dapat memperbaiki proses agar setiap keputusan dibuat dengan lebih matang, rasional, dan sesuai dengan arah hidup yang ingin dicapai.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan