Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah, menjaga keseimbangan mineral, serta membantu mengatur tekanan darah. Karena itu, menjaga kesehatan ginjal perlu dilakukan sejak dini, bukan hanya ketika keluhan sudah muncul.
Penyakit ginjal kronis sering berkembang secara perlahan dan dapat tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Risiko penyakit ginjal juga lebih tinggi pada orang yang memiliki diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, atau riwayat gagal ginjal dalam keluarga.
Berikut beberapa cara menjaga kesehatan ginjal yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Jaga Tekanan Darah dan Gula Darah
Tekanan darah tinggi dan diabetes merupakan faktor risiko utama penyakit ginjal kronis. Gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal, sedangkan tekanan darah tinggi membuat organ tersebut bekerja lebih berat.
Lakukan pemeriksaan tekanan darah dan gula darah secara berkala, terutama apabila memiliki faktor risiko. Minum obat sesuai resep dan ikuti target kesehatan yang sudah ditentukan bersama tenaga medis.
2. Kurangi Garam dan Gula Tambahan
Makanan tinggi garam dapat meningkatkan tekanan darah dan memperbesar beban kerja ginjal. Batasi makanan instan, daging olahan, camilan asin, saus kemasan, dan makanan cepat saji.
NIDDK menyarankan orang dewasa sehat membatasi asupan natrium hingga kurang dari 2.300 miligram per hari. Konsumsi gula tambahan juga perlu dikurangi karena dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.
Pilih makanan segar seperti sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan sumber protein yang tidak terlalu tinggi garam.
3. Tetap Aktif dan Jaga Berat Badan
Aktivitas fisik membantu mengontrol tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan berat badan. Semua faktor tersebut berkaitan dengan kesehatan ginjal.
Mulailah dari kegiatan sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, membersihkan rumah, atau melakukan peregangan. Kurangi kebiasaan duduk terlalu lama dan usahakan bergerak secara rutin sesuai kemampuan tubuh.
4. Minum Cukup, tetapi Jangan Berlebihan
Tubuh memerlukan cairan untuk menjalankan fungsi normal dan membantu pembuangan limbah melalui urine. Namun, kebutuhan air setiap orang berbeda, tergantung aktivitas, cuaca, usia, kondisi kesehatan, dan obat yang dikonsumsi.
Tidak ada keharusan memaksakan minum dalam jumlah berlebihan. Orang yang sudah mengalami penyakit ginjal atau gagal jantung bahkan mungkin perlu membatasi cairan sesuai anjuran dokter.
5. Hati-Hati Mengonsumsi Obat dan Suplemen
Obat pereda nyeri tertentu, terutama golongan antiinflamasi nonsteroid atau NSAID, dapat mengganggu ginjal apabila digunakan terlalu sering, dalam dosis tinggi, atau saat tubuh sedang mengalami dehidrasi.
Jangan mengonsumsi obat, jamu, atau suplemen secara sembarangan. Produk yang disebut alami belum tentu aman bagi ginjal, terutama jika komposisi dan dosisnya tidak jelas. Konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika obat harus digunakan dalam jangka panjang.
Lakukan Pemeriksaan Jika Berisiko
Orang dengan diabetes, hipertensi, penyakit jantung, obesitas, atau riwayat keluarga penyakit ginjal sebaiknya menjalani pemeriksaan secara berkala.
Pemeriksaan darah dan urine dapat membantu menemukan gangguan ginjal sebelum gejalanya menjadi berat. Deteksi dini memberi kesempatan lebih besar untuk memperlambat kerusakan dan menjaga fungsi ginjal lebih lama.
Menjaga kesehatan ginjal tidak membutuhkan langkah rumit. Mulailah dengan mengontrol gula darah dan tekanan darah, mengurangi garam, aktif bergerak, mencukupi cairan sesuai kebutuhan, serta menggunakan obat dengan bijak.
Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membantu melindungi ginjal dalam jangka panjang.


Komentar